01 Agustus 2008

Sejuta Arti Ungkapan (2)

Sungai luas memanjang tak bertepi
Mengalir air jernih tak terhenti
Membaca kehidupan alam yang berarti
Memakmur makhluk semesta bernyanyi

Ketika hati gelap tak bertepi
Jiwa pun hilang dalam sunyi
Raga sepi terhampa dan mati
Namun…
Datang cahaya diri-Mu nan suci

Oh, wahai engkau sang kekasih
Biarlah kutangisi kehampaan ini
Biarlah kusesali kefasikan ini
Biarlah kujejaki langkah kaki ini
Tapi jangan kau berlari dari diri ini

Laksana kesejukan malam sunyi
Senyummu indah cermin purnama
Laksana dinginnya embun pagi
Matamu sejuk bulat bercahaya
Kiranya dirimu mengerti
Karena dirimu dunia ceria

Seandainya dapat ku putar waktu kembali
Ingin rasanya diriku mengulang cita sekali lagi
Awali hidup yang putih seperti ini
Tanpa menodainya dengan warna – warni duniawi

Dinginnya malam menusuk sendi – sendi tulang
Dalam kehampaan dan jua ketakutan
Gelisah hati dalam bimbang dan kegalauan
Antarkan kepergianmu dalam kehidupan
Sunyi kasih tak sampai berbekas
Terasa hangat air mata basahi pipi
Rinduku akan kehadiranmu
Buatmu menari dalam kenangan

Kepergianmu bukan suatu penyesalan
Tapi perjalanan penuh pelajaran
Pelajaran dalam ilmu perasaan
Akan pentingnya sebuah persahabatan
Sahabatku
Walaupun dirimu hilang dari pandangan
Takkan pernah terhupus dalam ingatan
Harapanku tuk kembali menemukan
Dirimu kembali di akhir penantian

Tidak ada komentar: