Sungai luas memanjang tak bertepi
Mengalir air jernih tak terhenti
Membaca kehidupan alam yang berarti
Memakmur makhluk semesta bernyanyi
Ketika hati gelap tak bertepi
Jiwa pun hilang dalam sunyi
Raga sepi terhampa dan mati
Namun…
Datang cahaya diri-Mu nan suci
Oh, wahai engkau sang kekasih
Biarlah kutangisi kehampaan ini
Biarlah kusesali kefasikan ini
Biarlah kujejaki langkah kaki ini
Tapi jangan kau berlari dari diri ini
Laksana kesejukan malam sunyi
Senyummu indah cermin purnama
Laksana dinginnya embun pagi
Matamu sejuk bulat bercahaya
Kiranya dirimu mengerti
Karena dirimu dunia ceria
Seandainya dapat ku putar waktu kembali
Ingin rasanya diriku mengulang cita sekali lagi
Awali hidup yang putih seperti ini
Tanpa menodainya dengan warna – warni duniawi
Dinginnya malam menusuk sendi – sendi tulang
Dalam kehampaan dan jua ketakutan
Gelisah hati dalam bimbang dan kegalauan
Antarkan kepergianmu dalam kehidupan
Sunyi kasih tak sampai berbekas
Terasa hangat air mata basahi pipi
Rinduku akan kehadiranmu
Buatmu menari dalam kenangan
Kepergianmu bukan suatu penyesalan
Tapi perjalanan penuh pelajaran
Pelajaran dalam ilmu perasaan
Akan pentingnya sebuah persahabatan
Sahabatku
Walaupun dirimu hilang dari pandangan
Takkan pernah terhupus dalam ingatan
Harapanku tuk kembali menemukan
Dirimu kembali di akhir penantian
01 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar